6 Buku Peninggalan Hitler Yang Jarang Diketahui


Berbicara mengenai Adolf Hitler tentunya sudah pasti tidak akan pernah habisnya karena setiap orang tentunya mempunyai pandangan masing-masing mengenai pemimpin partai NAZI tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa Hitler dikenal sebagai sosok pemimpin yang kejam dan bertangan besi, bahkan Ia juga tidak segan-segan untuk menghabisi siapa saja orang yang menentang kekuasaanya.

Salah satu kekejaman Hitler yang mungkin sampai saat ini tidak bisa dilupakan adalah ketika Ia melakukan pembantaian terhadap seluruh orang Yahudi. Banyak ide-ide dan pemikiran dari Adolf Hitler yang menjadi kontroversi dan buah bibir di masanya, salah satunya adalah gagasan ras unggul Arya.

Jika Anda penasaran berikut ada beberapa gagasan atau pemikiran dari Adolf Hitler yang dirangkum dan di dokumentasikan menjadi beberapa buku.

1. Mein Kampf


Buku ini merupakan salah satu buku yang berisi mengenai pemikiran Hitler dan ditulis pada saat Ia berada di dalam penjara. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Mein Kampf mempunyai arti perjuanganku, didalam buku ini Hitler berbicara mengenai pandanganya terhadap Jerman di masa depan serta menggambarkan rencana yang akan Ia lakukan kedepannya untuk bangsa Yahudi.

Saat ia naik ke puncak kekuasaan, pada 1933, ia mewujudkan beberapa isi buku itu, salah satunya yang berakibat dalam pembantaian bangsa Yahudi. Buku ini tersedia bebas di kantor-kantor sipil selama masa pemerintahan Nazi di Jerman. Setelah PD II, buku ini dianggap ilegal untuk dijual di Jerman dan Austria

2. Zweites Buch



Buku ini ditulis oleh Adolf Hitler tak lama setelah penulisan buku pertama tepatnya pada tahun 1928. The Buch Zweites (“Buku Kedua”) adalah sebuah transkrip yang diedit dari pikiran Adolf Hitler mengenai kebijakan luar negerinya. Namun sayangnya pada pemilu 1928 partai Nazi mendapatkan hasil buruk sehingga membuat Hitler pergi ke Munich dan menganggap bahwa masyarakat tidak sepenuhnya memahami ide-idenya.

Di Munich, Hitler mulai mendiktekan sekuel Mein Kampf yang berfokus pada kebijakan luar negeri, dengan memperluas gagasan dalam buku tersebut. Asal-usul Zweites Buch dapat ditelusuri kembali ke salah satu masalah utama selama tahun 1928 pemilihan Reichstag, serta mengenai kondisi etnis Jerman di Italia.

3. My Political Testament


Wasiat dari Adolf Hitler diminta oleh Hitler setelah menerima telegram dari Reichsmarschall Hermann Göring yang meminta konfirmasi suksesi Göring, dikombinasikan dengan berita negosiasi Himmler yang mencoba menyerah dengan pihak Sekutu.

Isi wasiat tersebut didikte oleh Hitler pada sekretarisnya Traudl Junge yang akhirnya diterbitkan dalam bukunya Berlin Führerbunker pada tanggal 29 April 1945, hari dimana Hitler dan Eva Braun menikah.

Mereka diduga bunuh diri keesokan harinya pada tanggal 30 April, dua hari sebelum penyerahan Berlin ke Soviet pada tanggal 2 Mei, dan lebih dari seminggu sebelum akhir Perang Dunia II di Eropa pada 8 Mei. Ini terdiri dari dua dokumen terpisah, wasiat dan bukti politik.

4. Unmasked: two confidential interviews with Hitler in 1931 (Ohne Maske)


Unmasked: adalah dua wawancara rahasia dengan Hitler pada tahun 1931 yang kelak menjadi sebuah buku yang mengaku terdiri dari transkrip catatan singkat Richard Breiting terhadap dua wawancara rahasia dengan Hitler pada tahun 1931.

Selain itu ada sebuah esai (dalam bentuk epilog) oleh Dr Edouard Calic berjudul The Anatomy demagogi dan Bent Adolf Hitler for Destruction, satu set catatan yang komprehensif juga oleh Calic dan kata pengantar oleh Golo Mann.

Keaslian transkrip telah diuji coba. Pertama diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1968 dengan judul Ohne Maske, Buku ini diterjemahkan oleh Richard H Barry dan diterbitkan oleh Chatto & Windus tahun 1971

5. Hitler Briefe und Notizen


Hitler’s Letters and Notes adalah buku karya Werner Maser. Buku ini adalah kumpulan korespondensi pribadi Adolf Hitler dan notasi pribadinya dengan komentar oleh Maser.

Buku ini berisi foto-faksimil dari dokumen asli tulisan tangan, dari usia 17 sampai kematiannya. Maser berpendapat bahwa buku ini malambungkan sudut pandang baru ke perkembangan filsafat politik Hitler.

6. Tischgesprache (Hitler’s Table Talk)


Table Talk Hitler (Tischgesprache) adalah judul yang diberikan kepada serangkaian percakapan masa perang dan monolog yang disampaikan oleh Adolf Hitler, yang ditranskrip dari masa 1941-1944.

Pernyataan Hitler telah dicatat oleh Heinrich Heim, Henry Picker, dan Martin Bormann, dan kemudian diterbitkan oleh editor yang berbeda, di bawah judul yang berbeda, dalam tiga bahasa yang berbeda.

Martin Bormann, yang bertugas sebagai sekretaris pribadi Hitler, membujuk Hitler untuk memungkinkan tim petugas khusus memilih untuk merekam setiap percakapan singkat pribadinya untuk anak cucunya.

Catatan pertama diambil oleh pengacara Heinrich Heim, mulai dari tanggal 5 Juli 1941 sampai pertengahan Maret 1942. Kemudian dilanjutkan Henry Picker mengambil catatan dari 21 Maret 1942 sampai 2 Agustus 1942, setelah Heinrich Heim dan Martin Bormann melanjutkan materi menambahkan sampai 1944.

Pembicaraan dicatat di (Markas Führer) Führerhauptquartier di lingkaran dalam Hitler. Pembicaraan tidak hanya memikirkan perang dan urusan luar negeri, tetapi juga sikap karakteristik Hitler tentang agama, budaya, filsafat, aspirasi pribadi, dan perasaannya terhadap musuh dan teman-temannya.

Itulah 6 buku peninggalan dari Adolf Hitler yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. Buku-buku tersebut banyak berisi pemikiran dari Hitler sendiri.


loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==